Bali Sejarah

Sekitar tahun 3000-2500 SM penghuni pertama Bali yang bermigrasi dari Asia diperkirakan datang ke pulau ini. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya peninggalan peralatan dari batu di desa Cekik sebelah barat Pulau Bali. Semenjak ajaran Hindu muncul di Pulau Bali, maka berakhir pula zaman prasejarah di Pulau Bali. Hal ini dibuktikan dengan tulisan berbahasa Sanskerta, dari India pada tahun 100 SM. Setelah abad ke-1 Masehi, kebudayaan Bali mengalami peningkatan proses yang sangat pesat. Hal ini dipengaruhi oleh masuknya kebudayaan India.

Pada abad ke-7, kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya ke pulau ini memberikan pengaruh besar pada kehidupan penduduk Bali. Beliau merupakan seorang perantau dari Jawa Timur. Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib untuk bertempat tinggal di sebelah timur Pulau Dawa (Jawa). Dengan diikuti sekitar 800 anak buah, beliau mulai masuk ke Pulau Bali. Namun ditengah perjalanan banyak prajurit yang tewas karena diterkam hewan buas atau reptil. Perjalanan tersebut terhenti di Jembrana (sekarang). Akhir nya beliau memutuskan untuk pulang ke Jawa Timur guna menambah ilmu dan mencari pengikut baru. Akhirnya perjalanan beliau sampai juga ke tujuan yakni di kaki Gunung Agung (di daerah Bali timur atau Besakih).

Sebelum menerobos hutan, beliau melakukan ritual berupa penanaman Panca Dhatu berupa lima jenis logam. Ritual ini dipercaya mampu menolak bahaya. Di tempat inilah beliau mengajarkan agama kepada para pengikutnya yang menyebut Tuhan dengan sebutan Sanghyang Widhi melalui penyembahan matahari.

Ibadah tersebut dilakukan selama tiga kali sehari, menggunakan beberapa alat bebali yaitu sesajen berupa air, api dan bunga harum. Ajaran agama inilah yang kemudian disebut dengan Bali. Pada 913 M dalam Prasasti Blanjong karya Sri Kesari Warmadewa disebutkan kata Walidwipa. Pada masa inilah diperkirakan munculnya sistem irigasi Subak. Semakin hari pengikut beliau semakin banyak dan mulai menyebar di beberapa lokasi sehingga daerah ini dinamakan Bali, karena mempergunakan Bebali sebagai sesajen.

Sekitar tahun 1343 M, kerajaan Majapahit yang kental dengan agama Hindu pernah mendirikan kerajaan bawahan di sekitar Bali. Namun seiring datangnya agama Islam maka menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak masyarakat dan tokoh adat pada saat itu pindah dari Pulau Jawa ke Pulau Bali.

Cornelis de Houtman merupakan orang Belanda pertama kali yang menemukan Bali pada tahun 1597, meskipun sebelumnya pernah ada sebuah kapal dari Portugis yang terdampar di dekat tanjung Bukit, Jimbaran pada tahun 1585. Sebuah peristiwa bersejarah pernah terjadi di pulau ini, yakni peristiwa Perang Puputan atau perang sampai mati. Perang yang melibatkan seluruh rakyat ini bertujuan untuk memerangi kolonialisme bangsa Belanda. Diperkirakan perang tersebut menelan korban tewas sekitar 4000 orang.

Setelah Perang Dunia II, bangsa Jepang mulai menduduki Bali. Saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali bernama pejuang kemerdekaan. Pada tanggal 20 November 1945 terjadilah pertempuran Puputan Margarana antara pejuang kemerdekaan melawan kolonialisme Belanda yang mulai menduduki pulau tersebut semenjak runtuhnya kekuasaan Jepang. Pertempuran ini terjadi di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali Tengah.

Pada tahun 1946 Bali dijadikan sebagai salah satu wilayah bagian Negara Indonesia Timur dari 13 wilayah bagian oleh bangsa Belanda. Atas pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949, Bali dimasukkan ke dalam bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kemudian pada tahun 1950 Bali lepas dari perserikatannya dengan Belanda secara resmi dan menjadi sebuah propinsi di Republik Indonesia secara hukum. Walaupun tahun 1950 Bali sudah menjadi salah satu propinsi di Republik Indonesia, namun penetapan hari jadi Bali jatuh pada tanggal 14 Agustus 1959.

Panduan Wisata Bali

Terpopular

Kota dekat

Bali Hotels di Utiket

Butuh tempat menginap di Bali?