Kereta Bandara pertama di Indonesia

Kereta Bandara pertama di Indonesia

Diluar negeri transportasi kereta api yang menghubungkan antara bandara dengan pusat kota banyak kita jumpai. Namun untuk Indonesia sendiri baru Bandara Kualanamu saja yang memiliki akses transportasi kereta api. Bisa dibilang ini adalah Kereta Api Bandara pertama yang ada di Indonesia. Kereta api ini dikenal dengan nama Airport Railink Service (ARS) yang menghubungkan antara Bandara Kualanamu dengan pusat kota Medan dan sekitarnya. ARS adalah kereta api kelas satu. Kereta ini dilengkapi dengan Air Conditioner (AC), toilet, reclining seat serta bebas rokok. Selain itu interiornya juga cukup nyaman. Transportasi kereta api dirasa lebih efektif dibanding transportasi darat lainnya, karena selain lebih efisien waktu, harga tiket kereta api biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan taxi.

ARS pertama kali beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013. Setiap hari ARS beroperasi sebanyak 26 kali perjalanan. Ada enam belas unit kereta api diesel yang terdiri dari empat set kereta api. Untuk sekali perjalanan kereta ini mampu membawa penumpang sebanyak 172 orang. ARS menempuh perjalanan kurang lebih sepanjang 28 kilometer dari stasiun yang ada di pusat kota Medan menuju ke Bandara Kualanamu, waktu tempuhnya kurang lebih sekitar 30 menit saja. Lebih cepat dibanding jalur darat lainnya yang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.

Penumpang ARS bisa membeli tiket di Stasiun Medan maupun di Bandara Kualanamu. Tiket dijual secara manual dan elektronik. Sementara untuk tiket ARS sendiri harganya Rp 80.000 per orang.

ARS adalah proyek yang dikerjakan oleh PT Railink. PT Railink sendiri adalah perusahaan patungan antara dua BUMN besar di Indonesia, yaitu PT Kereta API dan PT Angkasa Pura 2. Setelah proyek Kualanamu, proyek berikutnya yang akan digarap oleh PT Railink adalah layanan kereta api bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Posted: 30 Des 2013 03:41:00

  
  

Posts yang sama

news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news