KA Commuter Jabodetabek

KA Commuter Jabodetabek

Ka Commuter Jabodetabek awalnya bernama KRL Jabotabek namun saat ini dikenal juga dengan nama KRL Commuter Line. KA ini merupakan kereta rel listrik yang dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Sesuai namanya, KA ini melayani rute komuter untuk wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. 

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dibentuk pada tanggal 12 Agustus 2008 dan secara resmi menjadi anak perusahaan PT KAI pada tanggal 15 September 2008. Tugas utamanya adalah fokus pada pengoperasian jalur kereta listrik di wilayah Daerah Operasional (DAOP) 1 Jabotabek. Pada tahun 2011, PT KCJ melakukan modernisasi angkutan kereta listrik. Diantaranya dengan mengubah rute jalur kereta menjadi 5 rute dari 37 rute kereta yang melayani wilayah Jakarta, menerapkan gerbong khusus wanita serta mengubah nama KRL Ekonomi AC menjadi Kereta Commuter. Meski begitu saat ini jalur kereta listrik yang ada telah bertambah menjadi 6 jalur (meski belum semuanya beroperasi secara penuh). Selain itu pada bulan Juli 2013, PT KCJ telah mulai menerapkan sistem tiket elektronik COMMET (Commuter Elecronic Ticketing) serta beberapa perubahan sistem tarif kereta.

COMMET merupakan kartu alat pembayaran pengganti uang yang berfungsi sebagai tiket agar dapat menggunakan KA Commuter. Kartu ini terdiri dari kartu sekali pakai (Single Trip) dan kartu prabayar (Multi Trip). Tarifnya menggunakan sistem hitungan jumlah stasiun yang dilewati. Meski begitu pada tanggal 11 Agustus 2013, KCJ mulai menerapkan sistem ticketing pengganti sistem Single Trip untuk penumpang KA Commuter tanpa berlangganan yang disebut dengan Tiket Harian Berjaminan (THB). Tarifnya sama dengan tarif perjalanan Single Trip, hanya saja, penumpang harus membayar uang jaminan terlebih dahulu untuk THB sebesar Rp 5.000. Uang jaminan tersebut dapat diambil kembali di stasiun, maksimal tujuh hari atau ditukarkan kembali dengan THB baru dengan cara membayar tarif untuk perjalanan berikutnya.

Posted: 11 Okt 2014 15:17:00

  
  

Posts yang sama

news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news news